Posted on

Serang, 14 Oktober 2025 — Jurusan Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN Eretan, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, pada Selasa (14/10).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SDN Eretan, Mufadilah, S.Pd., dan dihadiri langsung oleh Ketua Jurusan Pendidikan IPA, Siti Romlah Noer Hodijah, M.Pd.

Program pengabdian ini mengusung tema “Mitigasi Bencana Banjir Berbasis STEAM”. Agenda utama kegiatan terdiri atas dua sesi, yaitu penyampaian materi oleh Mudmainah Vitasari, M.Pd., selaku Kepala Laboratorium STEM Jurusan Pendidikan IPA, serta simulasi mitigasi banjir yang diikuti oleh para peserta didik SDN Eretan.

Pada sesi simulasi, peserta diajak untuk mengenal dan mencoba kit banjir berbasis STEAM dengan menggunakan sensor Arduino yang dirancang untuk mendeteksi ketinggian air banjir. Kit simulasi ini dilengkapi dengan sistem lampu indikator dan bunyi buzzer yang akan menyala sesuai dengan tingkat ketinggian air. Melalui kegiatan ini, siswa dapat memahami secara langsung bagaimana teknologi sederhana dapat dimanfaatkan untuk sistem peringatan dini bencana banjir.

Topik ini dinilai sangat relevan dengan kondisi lingkungan sekolah. Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, SDN Eretan kerap terdampak banjir hingga berlangsung selama tiga bulan dalam satu tahun ajaran. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi sarana edukatif bagi siswa dalam memahami dan menghadapi potensi bencana di lingkungan mereka.

Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Kepala sekolah Mufadilah, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kegiatan pengabdian ini.

“Kegiatan ini sangat penting bagi kami. Terima kasih kepada Jurusan Pendidikan IPA FKIP Untirta yang telah hadir dan berbagi ilmu yang bermanfaat untuk guru dan siswa kami,” ujarnya.

Ketua Jurusan Pendidikan IPA, Siti Romlah Noer Hodijah, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap kampus tidak hanya menjadi menara gading, tetapi juga dapat berkontribusi langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan kebencanaan,” ungkapnya.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi kolaborasi berkelanjutan antara Untirta dan sekolah-sekolah di wilayah rawan bencana, guna meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana melalui pendekatan edukatif berbasis STEAM.